PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELANGGARAN MEREK DAGANG TERKENAL MELALUI PERAN KEPABEANAN SEBAGAI UPAYA MENJAGA KEAMANAN DAN KEDAULATAN NEGARA

Edy Santoso

Abstract


Pelanggaran terhadap merek dewasa ini sudah sangat meresahkan masyarakat, tidak jarang yang pada akhirnya menimbulkan korban jiwa yang diakibatkan oleh mengkonsumsi obat-obatan yang berasal dari merek palsu, yang hal ini akan menimbulkan efek negatif terhadap keamanan Negara, bahkan terhadap kedaulatan Negara yang dilanggar terkait mudahnya masuk barang-barang palsu tersebut ke dalam wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Dalam hal ini, peraturan tentang kepabeanan sangat penting untuk ditegakkan sebagai tindakan yang efektif terhadap pelanggaran merek. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang berupaya mengidentifikasi jenis pelanggaran terhadap merek di lintas batas negara, serta meneliti peran Kepabeanan dalam menegakan hukum sebagai upaya menjaga keamanan dan kedaulatan Negara dari ancaman barang-barang yang berbahaya untuk masyarakat. Temuan yang diperoleh bahwa bentuk-bentuk pelanggaran merek di lintas batas Negara terdiri dari pelanggaran dengan modus-modus seperti Likelihood of confusion, passing off dan misuse . Dalam hal ini, kepabeanan mempunyai peran dalam penegakan hukum atas pelanggaran merek sebagai upaya menjaga keamanan dan kedaulatan Negara. Akan tetapi peran kepabeanan dirasa belum optimal dan perlu ditingkatkan. Oleh kerena itu, perlu diatur secara teknis terkait pengawasan barang-barang palsu.

Trademark Infringement currently has been very disturbing the society. It has caused victims due to fake brands drugs consumption. It certainly has negative impact on national security evenmore on the sovereignty of the state which is being violated by how easy such fake goods to enter Indonesia territory. In this case, the regulation on customs is very important to be enforced as an effective action against trademark infringement. This research use normative juridical method and attempt to identify the forms of cross border trademark infringement and investigate the role of customs in enforcing the law as an effort to maintain the security and sovereignty of the state from the threat of dangerous goods. This research concluded that the forms of cross-border trademark infringement consists of some modus such as, likelihood of confusion, passing off and misuse. In this case, the customs has role in the law enforcement on trademark infringement as an effort to maintain the security and sovereignty of the state. However, the role of customs is felt not optimal and needs to be improved. Therefore, it should be technical regulation on supervision of fake goods is needed.


Keywords


trademark infringement, law enforcement, security

Full Text:

PDF PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.33331/rechtsvinding.v5i1.8

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Jurnal RechtsVinding Indexed by:

Google Scholar Indonesian Scientific Journal Database (ISJD)

 Directory of Open Access Journal

Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

Rechtsvinding is published and imprinted by Badan Pembinaan Hukum Nasional. Kementerian Hukum dan HAM RI. Pusat Analisis dan Evaluasi Hukum Nasional Jl. Mayjen Sutoyo No. 10 Cililitan Jakarta, Indonesia Telp.: 021-8091908 ext.105; Fax.: 021-8011754. E-mail: jurnal_rechtsvinding@bphn.go.id; jurnalrechtsvinding@yahoo.co.id & jurnalrechtsvinding@gmail.com