PENGUATAN EKONOMI BIRU BERBASIS HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL: MENAKAR ULANG KEBIJAKAN HUKUM INDIKASI GEOGRAFIS

Yolanda Simbolon

Abstract


Indonesia memiliki komoditas yang melimpah di sektor kelautan, namun Indonesia kehilangan berbagai potensi keunggulan komparatifnya karena belum dimanfaatkan secara optimal. Saat ini ekonomi biru menjadi pendekatan yang komprehensif dalam mengkonseptualisasi lautan sebagai ruang pembangunan. Pemanfaatan sumber daya laut melalui Indikasi Geografis merupakan bentuk contoh konkrit dari penerapan konsep ekonomi biru. Sayangnya produk laut asal daerah yang memiliki reputasi dan karakteristik khas belum banyak yang mendapatkan perlindungan hukum. Padahal Indikasi Geografis berpeluang meningkatkan nilai ekonomi suatu produk laut sehingga mendorongnya menjadi keunggulan komparatif dalam perdagangan internasional. Melalui pendekatan teoritis dan analisis terhadap regulasi mengenai Indikasi Geografis, penelitian ini menunjukan bahwa kebijakan hukum Indikasi Geografis belum memberikan kebermanfaatan maupun keadilan dan bersifat formalistik. Oleh karena itu, perlu dilakukan perubahan peraturan perundang-undangan di bidang Indikasi Geografis mencakup ketentuan Dokumen Deskripsi Indikasi Geografis. Selain itu, saat ini Indonesia perlu untuk melakukan ratifikasi Perjanjian Lisbon.

Keywords


Ekonomi Biru, Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis, Sumber Daya Laut

References


A. Buku

Abbott Frederick, The International Intellectual Property System: Commentary and Materials (The Hague: Kluwer Law International, 1999)

Ari Wibowo, et.al, Rambu-Rambu Kebijakan Ekonomi Biru di Indonesia, (Jakarta: Transparency International Indonesia)

Gunter A. Pauli, The Blue Economy: 10 Years, 100 Innovations, 100 Million Jobs, (Mexico: Paradigm Publications 2010)

Hery Firmansyah, Perlindungan Hukum terhadap Merek, (Yogyakarta: Penerbit Medpress Digital, 2013)

H. Adami Chazawi, Tindak Pidana Hak atas Kekayaan Intelektual, (Malang: Media Nusa Creative, 2019)

Juwita, Hak Kekayaan Intelektual, (Yogyakarta: Stiletto Indie Book, 2022)

Kartika Dewi Irianto, Hukum Bisnis di Era Digital, (Padang: Gita Lentera, 2024)

Keizerina Devi Azwar, et.al., Hak Merek, (Yogyakarta: Stiletto Book, 2024)

Miranda Risang Ayu, et.al., Hukum Sumber Daya Genetik Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional di Indonesia, (Bandung: Penerbit Alumni, 2022)

Muh. Afif Mahfud, Pengantar Ilmu Hukum, (Semarang: Penerbit Yoga Pratama, 2024)

Muhammad Yusuf, Bijak Mengelola Laut untuk Ekonomi Biru, (Jakarta Pusat: Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, 2024)

Rachmadi Usman, Dasar-Dasar Hukum Kekayaan Intelektual, (Jakarta: Penerbit Kencana, 2021)

Rahmi Jened, Hukum Merek (Jakarta: PT Kharisma Putra Utama)

Ridwan Halim, Evaluasi Kuliah Filsafat Hukum, (Jakarta: Ghalia Indonesia 1987)

Ronald Saija, Perspektif Dimensi Hukum Dagang Indonesia, (Sleman: Deepublish Digital, 2024)

Satjipto Rahardjo, Ilmu Hukum, (Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2012)

Soerjono Soekanto dan S. Mamudji, Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat (Jakarta: Raja Grafindo, 2015)

Sudikno Mertokusumo, Mengenal Hukum Suatu Pengantar (Edisi Revisi), (Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka)

Sulaiman Tripa, Diskursus Metodologi dalam Penelitian Hukum, (Aceh: Bandar Publishing 2019)

Teguh Prasetyo, Penelitian Hukum, (Bandung: Penerbit Nusa Media, 2019)

Yoyo Arifardhani, Hukum Hak atas Kekayaan Intelektual, (Jakarta: Penerbit Kencana, 2020)

B. Artikel

Abdul Kadir Jaelani, “Development of Tourism Based on Geographic Indication Towards to Welfare State”, International Journal of Advanced Science and Technology 29, no. 3s (2022), https://www.academia.edu/download/62471751/document_1720200325-72536-dn54v.pdf (diakses 24 Juli 2025).

Achmad Hariri, “Dekonstruksi Ideologi Pancasila sebagai Bentuk Sistem Hukum di Indonesia”, Jurnal Ilmu Hukum 3, No.1 (2019), https://core.ac.uk/download/pdf/229328605.pdf (diakses 13 Agustus 2025).

Agus Harianto, “Dekonstruksi Undang-Undang Perlindungan Hukum bagi Guru Vis-à-vis Hukum Progresif”, Jurnal Dinamika Hukum dan Masyarakat 4, no. 1 (2021), https://doi.org/10.30737/dhm.v1i1.1590 (diakses 07 Agustus 2025)

Ayu Kumala Sari Hamidi, “Perlindungan Hukum Indikasi Geografis atas Merek Kopi Toraja dan Kopi Gayo yang Didaftarkan oleh Negara Lain”, Jurnal Unes Law Review (2), no. 1, 2019, https://doi.org/10.31933/ulr.v2i1.60 (diakses 4 September 2025).

Azhari Nourma Dewi, et.al, “Kajian Distribusi Fitoplankton Kaitannya dengan Kesuburan Perairan Pantai Kartini dan Muara Wiso Jepara”, Journal of Marine Research 12, no. 2 (2023), www.10.14710/jmr.v12i2.35240 (diakses pada 24 Agustus 2025).

Catherine Teyssler dan Sebastien Metz, Geographical Indications Potential to Support Sustainable Fish Value Chains, (Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations), 2025, https://doi.org/10.4060/cd3845en (diakses 26 Agustus 2025), hlm. 21-30.

Celine Germond-Duret, “Framing the Blue Economy: Placelessness, Development and Sustainability”, Development and Change Journal 53, no.2, https://10.1111/dech.12703 (diakses 30 Juli 202)

Chris Ruhupatty, “Keadilan dalam Pandangan Dekonstruksi”, Jurnal Dekonstruksi 09, no. 4 (2023), https://www.jurnaldekonstruksi.id/index.php/dekonstruksi/article/view/199/152 (diakses 13 Agustus 2025)

Derita Prapti, et.al. “Law Enforcement in the Context of Legal Culture in Society”, Jurnal Law Reform (16), no.2, 2020, hlm. 276-289.

Dessy Maeyangsari, “Ekonomi Biru sebagai Upaya Pembangunan Berkelanjutan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia”, Perspektif Hukum 23, no, 1 (2023), https://doi.org/10.30649/ph.v23i1.172 (diakses 24 Juli 2025)

Endang Pratiwi, et. al., “Teori Utilitarianisme Jeremy Bentham: Tujuan Hukum atau Metode Pengujian Produk Hukum?”, Jurnal Konstitusi (19), No. 2, 2022, hlm. 269-293.

Inayatul Anisah, “Dekonstruksi Hukum Strategi Pembangunan Hukum di Indonesia Pasca Reformasi”, Jurnal Syariah dan Hukum 2, no. 1 (2010), https://jurnal.hukumonline.com/a/5cb4a00901fb730011dd39f6/dekonstruksi-hukum-sebagai-strategi-pembangunan-hukum-pasca-reformasi/ (diakses 07 Agustus 2028).

Indra Rahmatullah, “Perlindungan Indikasi Geografis dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI) melalui Ratifikasi Perjanjian Lisabon”, Jurnal Cita Hukum (1), no.2, 2014, https://media.neliti.com/media/publications/40831-ID-perlindungan-indikasi-geografis-dalam-hak-kekayaan-intelektual-hki-melalui-ratif.pdf (diakses 04 September 2025).

Izzy Al Kautsar dan Danang Wahyu Muhammad, “Urgensi Pembaharuan Asas-Asas Hukum pada Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 berdasarkan Teori Keadilan Distributif”, Jurnal Panorama Hukum (5), No. 2, 2020, hlm. 182-192, https://ejournal.unikama.ac.id/index.php/jph/article/view/4529/2923 (diakses 12 September 2025).

Mario Julyano dan Aditya Yuli Sulistyawan, “Pemahaman terhadap Asas Kepastian Hukum melalui konstruksi Penalaran Positivisme Hukum”, Jurnal Credipo (01), No. 01, 2019, hlm. 13-22, https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/crepido/article/download/6325/3197 (diakses 15 September 2025).

Marja Zattoni Milano dan Ademir Antonio, “Environmental effects of geographical indications and their influential factors: A review of the empirical evidence”, Jurnal Current Research in Environmental Sustainability (3), 2021, https://doi.org/10.1016/j.crsust.2021.100096 (diakses 1 September 2025).

Martjin Huysmans, “Exporting protection: EU trade agreements, geographical indications, and gastronationalism”, Review of International Political Economy 29, no. 3 (2022), https://doi.org/10.1080/09692290.2020.1844272 (diakses 22 Juli 2025).

Mostafa Taherkhani, “Jacques Derrida and Deconstruction of Law”, Sciencespo 25, no. 100 (2023), https://sciencespo.hal.science/hal-03940086v1 (diakses 13 Agustsu 2025)

Nurohma, “Perlindungan Indikasi Geografis untuk Melindungi Produk-Produk Masyarakat”, Jurnal Jatiswara 35, no. 2 (2020), https://doi.org/10.29303/jtsw.v35i2.250 (diakses 31 Juli 2025).

Poonam Choudhary, “Empowering blue economy: From underrated ecosystem to sustainable industry”, Journal of Environmental Management 291, no. 1 (2021), https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2021.112697 (diakses 31 Juli 2025)

Rinda Fitria Tamara, “Urgensi Pemisahan Peraturan Perundangan Indikasi Geografis dengan Peraturan Perundangan Merek di Indonesia”, Jurnal Notarius 16, no. 1 (2023), https://doi.org/10.14710/nts.v16i1.38219 (diakses 31 Juli 2025)

Rotimi Agunsoye, et.al, “Blue Economy, Sustainable Development and Economic Growth in Nigeria”, International Journal of Development and Economic Sustainability 13, no. 1(2025), https://eajournals.org/ijdes/wp-content/uploads/sites/50/2025/01/Blue-Economy.pdf (diakses 24 Juli 2025).

Sophie Girard, “Can Geographical Indications promote sustainable shellfish farming? The example of Bay of Mont-Saint-Michel mussels”, Jurnal Marine Policy (135), 2022, https://doi.org/10.1016/j.marpol.2021.104845 (diakses 24 Agustus 2025).

Sry Rahayu dan Rosdiana Saleh, “Perlindungan Hukum atas Indikasi Geografis (Studi Perbandingan Hukum Indonesia dengan Australia)”, Unes Journal of Swara Justisia (7), no. 2 (2023), https://doi.org/10.31933/ujsj.v7i2 (diakses 18 Agustus 2025).

Swiss Federal Institue of Intellectual Property, “The Product Specification”, https://www.ige.ch/en/protecting-your-ip/indications-of-source/protecting-geographical-indications/protection-in-switzerland/product-specification (diakses 16 September 2025).

Titilayo Adebola, “The legal construction of Geographical Indications in Africa”, The Journal of World Intellectual Property (26), no. 1, 2022, https://doi.org/10.1111/jwip.12255 (diakses 04 September 2025).

Tri Setiady, “Harmonisasi Prinsip-Prinsip TRIPS Agreement dalam Hak Kekayaan Intelektual dengan Kepentingan Nasional”, Jurnal Ilmu Hukum (8), no. 4 (2014), https://jurnal.fh.unila.ac.id/index.php/fiat/article/download/322/281/974 (diakses 18 Agustus 2025).

Yoan Nursari, “Pelanggaran Indikasi Geografis ditinjau dari Aspek Perlindungan Konsumen”, Jurnal Perspektif Hukum (23), no. 1, 2023, https://doi.org/10.30649/ph.v23i1.188 (diakses 4 September 2025).

Yudha Agung Nugraha dan Imam Haryanto, “Pendaftaran Indikasi Geografis Tahu Sumedang sebagai Aset Potensial Daerah”, Journal of Civil and Business Law (2), no. 1 (2021), https://doi.org/10.22437/zaaken.v2i1.11667 (diakses 07 Agustus 2025).

C. Internet

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, “Pangkalan Data Kekayaan Intelektual”, https://pdki-indonesia.dgip.go.id/detail/e3b0c44298fc1c149afbf4c8996fb92427ae41e4649b934ca495991b7852b855 (diakses 17 Juli 2025)

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, “Tabel Statis Volume Produksi Perikanan Indonesia”, https://portaldata.kkp.go.id/portals/data-statistik/prod-ikan/tbl-statis/d/44 (diakses 17 Juli 2025)

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, “Tabel Statis Data Ekspor Impor KP”, https://portaldata.kkp.go.id/portals/data-statistik/exim/tbl-statis (diakses 17 Juli 2025).

Portal Informasi Indonesia, “Menguak Rahasia Laut Indonesia: Ekspedisi BRIN dan OceanXplorer”, https://indonesia.go.id/kategori/budaya/8385/menguak-rahasia-laut-indonesia-ekspedisi-brin-dan-oceanxplorer?lang=1 (diakses 17 Juli 2025).

Portal Informasi Indonesia, “Menguak Rahasia Laut Indonesia: Ekspedisi BRIN dan OceanXplorer”, https://indonesia.go.id/kategori/budaya/8385/menguak-rahasia-laut-indonesia-ekspedisi-brin-dan-oceanxplorer?lang=1 (diakses 17 Juli 2025).

D. Peraturan Perundang-undangan

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994 tentang pengesahan Agreement Establishing the World Trade Organization

PP 90 Tahun 2019 tentang Tata Cara Permohonan, Pemeriksaan dan Penyelesaian Banding pada Komisi Banding Merek

Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 12 Tahun 2019 tentang Indikasi Geografis

Lisbon Agreement




DOI: http://dx.doi.org/10.33331/rechtsvinding.v14i3.2308

Refbacks

  • There are currently no refbacks.