FILSAFAT HUKUM EKONOMI BIRU: MENUJU FORMULASI IUS CONSTITUENDUM DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA LAUT INDONESIA

Muhammad Kandriana

Abstract


Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi laut yang besar untuk dikembangkan melalui konsep ekonomi biru. Namun, regulasi yang ada masih bersifat sektoral, tumpang tindih, dan belum sepenuhnya mampu menjawab tantangan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Permasalahan utama yang muncul adalah lemahnya perlindungan ekosistem, konflik kepentingan pembangunan dan lingkungan, serta belum adanya lex specialis yang mengatur secara komprehensif mengenai ekonomi biru. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan filosofis, konseptual, dan perundang-undangan, serta didukung bahan hukum primer dan sekunder. Hasil analisis menunjukkan bahwa filsafat hukum ekonomi biru harus berlandaskan pada tiga aspek, yaitu ontologis (laut sebagai entitas ekologis dan sumber kehidupan), epistemologis (cara pandang hukum terhadap laut sebagai ruang ekonomi sekaligus ekologi), dan aksiologis (keadilan antar generasi serta pembangunan berkelanjutan). Kesimpulannya, pengaturan ekonomi biru di Indonesia masih parsial dan memerlukan formulasi ius constituendum berupa pembentukan lex specialis yang menekankan keberlanjutan ekologis, partisipasi masyarakat pesisir, dan kedaulatan maritim. Saran penelitian ini adalah perlunya pembaruan hukum nasional melalui regulasi khusus ekonomi biru yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan instrumen hukum internasional.


Keywords


hukum ekonomi biru, filsafat hukum, ius constituendum, pengelolaan laut, keberlanjutan

References


A. Buku

Arief, Barda Nawawi. Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana. Jakarta: Kencana, 2008.

Asshiddiqie, Jimly. Konstitusi Dan Konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2014.

Asshiddiqie, Jimly. Konstitusi Ekonomi. Jakarta: Kompas, 2010.

Berry, Thomas. The Great Work: Our Way into the Future. New York: Bell Tower, 1999.

Boyd, David R. The Rights of Nature: A Legal Revolution That Could Save the World. Toronto: ECW Press, 2017.

Brundtland, Gro Harlem. Our Common Future. Oxford: Oxford University Press, 1987.

Finnis, John. Natural Law and Natural Rights. Oxford: Clarendon Press, 1980.

Hadjon, Philipus M. Pengantar Hukum Administrasi Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2015.

Kelsen, Hans. Pure Theory of Law. Berkeley: University of California Press, 1967.

Keraf, A Sonny. Etika Lingkungan. Jakarta: Kompas, 2006.

Kusumaatmadja, Mochtar. Konsep Hukum Dalam Pembangunan Nasional. Bandung: Alumni, 2002.

Pauli, Gunter. The Blue Economy: 10 Years, 100 Innovations, 100 Million Jobs. New York: Paradigm Publications, 2010.

Permatasari, Rani. Hukum Kelautan Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers, 2017.

Rahardjo, Satjipto. Hukum Progresif: Sebuah Sintesa Hukum Indonesia. Yogyakarta: Genta Publishing, 2009.

Rahardjo, Satjipto Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2006.

Rawls, John. A Theory of Justice. Cambridge: Harvard University Press, 1971.

Rolston, Holmes I I I. Environmental Ethics: Duties to and Values in the Natural World. Philadelphia: Temple University Press, 1988.

Stone, Christopher D. “Should Trees Have Standing? Toward Legal Rights for Natural Objects.” Southern California Law Review 45, no. 2 (1972): 450–501.

Tanaka, Yoshifumi. The International Law of the Sea. 3rd ed. Cambridge: Cambridge University Press, 2019.

Tanya, Bernard L. Filsafat Hukum: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Genta Publishing, 2011.

Weiss, Edith Brown. In Fairness to Future Generations: International Law, Common Patrimony, and Intergenerational Equity. New York: United Nations University Press, 1989.

B. Makalah/Artikel/Prosiding/Hasil Penelitian

Anggono, Bayu Dwi. “Implementasi Prinsip Precautionary Dalam Hukum Laut Indonesia.” Padjadjaran Journal of Law 7, no. 1 (2020): 88–102.

Darajati, Muhammad Rafi. “Ekonomi Biru: Peluang Implementasi Regulasi Di Indonesia.” The Journalish: Social and Government 4, no. 5 (November 4, 2023): 41–53. https://doi.org/https://doi.org/10.55314/tsg.v4i5.599.

Dr. Muhammad Asif. “Blue Economy and Power Politics in the Indian Ocean: Challenges and Opportunities.” Journal of Nautical Eye and Strategic Studies 2, no. 2 SE-Articles (December 30, 2022): 2–37. https://ojs.mul.edu.pk/index.php/J-NESS/article/view/182.

Freestone, David. “Problems of High Seas Governance.” International Journal of Marine and Coastal Law 27, no. 2 (2012): 205–26. https://doi.org/https://doi.org/10.1163/9789004204225_007.

Maulana, Jalu Akbar, and Fadila Nur Annisa. “Analisa Yuridis Perubahan Makna Strict Liability Dalam Undang-Undang Lingkungan Hidup Pasca Pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja.” Amnesti: Jurnal Hukum 6, no. 2 (2024): 298–314. https://doi.org/https://doi.org/10.37729/amnesti.v6i2.4935.

Medina, Dayu, and Dewi Enggriyeni. “Implementation of the Blue Economy Concept in Sustainable Development of Indonesian Oceans (International Law and National Law Perspectives) BT - Proceedings of the 2nd International Interdisciplinary Conference on Environmental Sciences and Sustainable Developments (IICESSD) 2022 Education and Green Economy (IICESSD EGE 2022),” 247–53. Atlantis Press, 2023. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-172-2_40.

Mohammad Zamroni, and Rachman Maulana Kafrawi. “Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Di Wilayah Pesisir Pasca Berlakunya UU Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.” Perspektif Hukum 21, no. 2 SE-Administrative Law (November 19, 2021): 235–56. https://doi.org/10.30649/ph.v21i2.99.

Muslim, Reyhandhi Alfian, and Fatma Ulfatun Najicha. “PERLINDUNGAN LINGKUNGAN DALAM UU CIPTA KERJA.” Indonesian State Law Review 5, no. 1 SE-Articles (n.d.): 14–21. https://doi.org/10.15294/islrev.v5i1.23124.

Pramoda, Radityo, Tenny Apriliani, Armen Zulham, Riesti Triyanti, and Nurlaili Nurlaili. “Pendekatan Kebijakan Keadilan Biru Untuk Pengelolaan Perikanan Skala Kecil Di Kabupaten Natuna.” Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan 12, no. 2 (2022): 159–76. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v12i2.11468.

Pratama, Dedo Indra. “OPTIMALISASI PERDAGANGAN INTERNASIONAL DALAM SEKTOR BLUE ECONOMY UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN KELAUTAN DI INDONESIA.” JURNAL SULOH: Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh 13, no. 2 (2025): 401–20. https://doi.org/https://ojs.unimal.ac.id/suloh/article/view/22238.

Priyono, Vinza Rizqie Putra. “Implementasi Blue Economy Untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals Ke-14 Di Indonesia Dalam Perspektif Hukum Lingkungan Internasional.” Universitas Islam Indonesia, 2024. https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/50261/20410634.pdf?sequence=1&isAllowed=y.

Putra, Alif Arhanda, and Nurasikin Nurasikin. “Tinjauan Yuridis Prinsip Ekonomi Biru Terhadap Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Utara Tentang Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan.” In Prosiding Seminar Nasional Hukum Dan Pembangunan Yang Berkelanjutan, 123–43, 2023.

Rifai, Rifai, and Haeril Haeril. “Integrasi Kebijakan Publik Dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Untuk Pembangunan Pesisir Di Kabupaten Bima.” Journal of Governance and Local Politics (JGLP) 6, no. 1 (2024): 25–36. https://doi.org/https://doi.org/10.47650/jglp.v6i1.1235.

Rumelawanto, Fajar Putra Prastina, Maroni, and Ria Wierma Putri. “SISTEM HUKUM TERINTEGRASI MENGENAI GREEN, BLUE DAN CIRCULAR ECONOMY UNTUK PEMBANGUNAN EKONOMI BERKELANJUTAN BAGI INDONESIA.” Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia 9, no. 10 (2024). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.36418/syntax-literate.v9i10.

Tempo. “Kasus Pencemaran Laut Dan Lemahnya Penegakan Hukum.” Majalah Tempo, 2021, 22.

un Nabi, Kamal, and Mohsina Hayat. “Blueprint for a Sustainable Blue Economy: Challenges, Opportunities, and Policy Pathways.” Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Pembangunan 25, no. 1 (2025): 50–66. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/jiep.v25i1.99750.

Wuwung, Lucky, Alistair McIlgorm, and Michelle Voyer. “Sustainable Ocean Development Policies in Indonesia: Paving the Pathways towards a Maritime Destiny.” Frontiers in Marine Science Volume 11-2024 (2024). https://doi.org/10.3389/fmars.2024.1401332.

Yulianingsih, Indra. “Dimensi Keadilan Pengelolaan Perikanan Tangkap Dalam Perspektif Otonomi Daerah.” YURIDIKA 32, no. 1 (2017): 57–83. https://doi.org/10.20473/ydk.v32i1.4823.

C. Internet

(FAO), The State of World Fisheries and Aquaculture. Rome: FAO, 2022.

(KKP), Laporan Tahunan Penanganan Illegal Fishing. Jakarta: KKP, 2021.

Bank, World. Oceans for Prosperity: Reforms for a Blue Economy in Indonesia. Washington, DC: World Bank, 2021.

Commission, European. Blue Growth Strategy: Opportunities for Marine and Maritime Sustainable Growth. Brussels: EU, 2012.

Council, European Parliament. Marine Strategy Framework Directive 2008/56/EC. Brussels: EU, 2008.

Government, South African. Operation Phakisa: Unlocking the Ocean Economy. Pretoria, Department of Environmental Affairs, 2014.

Indonesia, Presiden Republik. Visi Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia. Jakarta: Sekretariat Negara, 2015.

Tempo. “Kasus Pencemaran Laut dan Lemahnya Penegakan Hukum.” Majalah Tempo, 2021.

D. Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 33 ayat (3).

Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.

Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 Jo. Undang-Undang No. 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan.

Undang-Undang No. 32 Tahun 2014 Tentang Kelautan.

(UNCLOS) United Nations Convention on the Law of the Sea. Montego Bay: United Nations, 1982.




DOI: http://dx.doi.org/10.33331/rechtsvinding.v14i3.2302

Refbacks

  • There are currently no refbacks.